081383650665
081383650665
5D518393
081383650665
pcs

Batik Lasem Akulturasi Jawa dan Tionghoa

14th January 2015

Lasem adalah sebuah kecamatan yang terletak di Pantai Utara Pulau Jawa, lebih tepat nya sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang. Kota ini, di kenal dengan sebutan “ Little Tiongkok”. Hal ini dapat di lihat dari bangunan bangunan tua yang berada di kecamatan ini. Detail detail pada bangunan bangunan ini di dominasi oleh detail China. Selain di kenal dengan nama “Little Tiongkok”, Lasem ini juga di kenal dengan batik nya.

batik lasem motif cina tionghoa

Batik lasem ini di kenal karena ke unikan dari motif dan corak nya. Di dalam batik Lasem ini, terdapat akulturasi antara Jawa dan China Menurut sejarah, awal masuk nya batik ke Lasem ini adalah dari seorang anak buah kapal Laksamana Cheng Ho yang bernama Bi Nang Un dengan isteri yang bernama Ibu Na Li Ni yang masuk di Lasem pada tahun 1400 an. Beliau menetap di Jolotundo, Bi Nang Un ini adalah ahli bertukang terutama dalam membuat kerajinan dari tembaga dan ukiran. Sedangkan ibu Na Li Ni, menularkan seni penulisan di kain menjadi seni tulis batik., dahulu nya seni lukis batik ini sudah ada di Jawa, jauh sebelum kedatangan ke dua tokoh ini, namun karena sifat nya yang tidak komersil maka batik belum terlalu di kenal.

Batik di Lasem ini mulai besar setelah kedatangan saudagar minuman keras dari Tiongkok pada tahun 1600 an, Pengusaha dari Tiongkok ini adalah seorang ahli gambar dan ahli kaligrafi, dia lah yang memberikan gambar gambar motif China ke dalam batik Lasem.

Batik Lasem merupakan batik pesisir. Hal ini di karenakan secara geografis letak nya yang berada di pesisir. Pada zaman dahulu. kota yang berada di pesisir Utara Pulau Jawa adalah kota kota pelabuhan yang besar. Di kota kota pelabuhan ini, akulturasi antara masyarakat pribumi dan para pedagang yang berasal dari negara negara asing dengan mudah nya terjadi,Karena pedagang dari China yang mendominasi Lasem maka pengaruh budaya China dengan mudah nya bisa kita temui di batik Lasem ini. Hal ini bisa di lihat dari motif motif yang ada pada batik Lasem tersebut, motif bambu,bunga seruni, bunga teratai, dan kelelawar ( bien fu), Naga dan Burung Pheonix ( Burung Hong) adalah beberapa motif batik yang ada.

Karena motif Tionghoa ini lah maka batik Lasem berbeda dengan batik Forstenlanden. Fostenlanden ini adalah batik dengan motif kerajaan. Seperti batik yang berasal dari Solo, Yogyakarta,Banyumas, dan Wonogiri. Motif batik ini bersifat geometris. Pada zaman Belanda, Lasem merupakan lima besar daerah penghasil batik. Lima besar itu antara lain Solo, Yogya,Pekalongan,Banyumas, dan Lasem. Bahkan pada zaman dahulu, batik dari Lasem ini merambah beberapa daerah di Indonesia, seperti Manado, Sumatera bahkan sampai ke Malaysia, Singapura,Brunei dan Suriname. Ke populeran batik Lasem di Suriname ini di bawa oleh orang orang dari Pulau Jawa yang di bawa oleh Belanda.

Selain pencampuran motif dari China, di Lasem ini terdapat motif khas lain nya yaitu motif Latoan dan Batu Pecah/Kricak. Latoan ini adalah merupakan tanaman khas yang banyak terdapat di sekitar pantai yang dapat di makan sebagai urap.Karena banyak terdapat di Lasem maka motif ini di gunakan sebagai motif batik. Selain latoan, terdapat motif batu pecah,motif ini memiliki nilai sejarah. Pada zaman dahulu nya pada saat Gubernur Belanda Daendels membuat jalan dari Anyer sampai dengan Panurukan sepanjang 1000 km, para Bupati diminta menyerahkan para pemuda sebagai pekerja paksa mereka. Mereka berfungsi sebagai tenaga kerja pemecah batu. Dan pada zaman tersebut juga terdapat epidemik malaria dan infulensa yang menyerang Rembang. Sehingga nya banyak kematian di Rembang dan Lasem. Dampak dari itu adalah kesedihan mendalam bagi masyarakat Lasem, Kesedihan ini di tampilkan dalam bentuk motif batu pecah. Namun, karena bagus nya motif ini maka daerah lain meniru motif tersebut

Warna khas dari batik Lasem ini adalah warna merah darah ( getih pitik) ayam, hijau botol bir dan warna biru tua.Selain itu, batik Lasem ini di kenal dengan sebutan batik tiga negeri. Sebutan ini di dapatkan dari proses pewarnaan batik.Terdapat tiga kali proses pewarnaan dalam pembuatan Batik Lasem ini.

Proses proses itu adalah pewarnaan merah, lalu di masukkan klorotan agar lilin nya hilang, di campur dengan tanah, lalu dimasukkan kedalam pewarna biru dan yang terakhir adalah warna coklat. Semua proses tersebut di lakukan dalam satu rumah. Secara istilah, batik 3 negeri itu, warna merah nya dari Lasem, biru dari Pekalongan dan Coklat ( Soga ) berasal dari Solo.

Selain motif motif tradisional di Lasem, sekarang berkambang motif baru pada batik Lasem,motif ini di kembangkan oleh sesepuh masyarakat Tionghoa yang bernama Sigit Wicaksono yang memiliki nama China Nyo Tjen Hian . Beliau seorang pengusaha Batik yang bermerek Batik Sekar Kencana. Beliau sekarang berumur 84 tahun.

Beliau mengembangkan motif baru yang menggunakan huruf Thionghoa. Proses penciptaan motif ini adalah pada saat malam tahun baru China. Dalam perenungan nya, beliau mendapatkan semacam ilham untuk membuat motif yang baru dalam batik. Akhir dari proses perenungan ini lahir lah motif baru. Motif ini adalah berupa kata kata mutiara dalam aksara China, filosofi yang terkandung di dalam motif ini adalah empat penjuru samudera semua nya adalah sama,bakti anak terhadap orang tua murid kepada guru, dan rakyat kepada pemerintah.Agar bisa bergabung dengan filosofi Jawa, Beliau menuliskan motif ini ke dalam sebuah batik yang bermotifkan Sekar Jagat,Sekar jagat itu sendiri arti nya adalah Bunga Dunia.

Selain itu beliau juga menciptakan motif dengan tulisan Tinghoa Hek Sia Ping An Wang Se Ruk I yang arti nya “se isi rumah sentosa segala macam usaha seusai dengan apa yang di kehendaki”, ada beberapa motif batik yang bertuliskan filosofi Tionghoa yang beliau ciptakan.

Awal nya beliau ragu dengan motif ini. Apakah bisa di terima di masyarakat apa tidak. Namun, pada saat pameran batik di Rembang dan beliau memperlihatkan motif ini. Sambutan yang sangat meriah yang beliau dapatkan. Sekarang batik ini laku keras.

Batik Lasem dapat di katakan sebagai bukti akulturasi antara masyarakat China dan Pribumi. Proses ini sudah berlangsung ratusan tahun dan karena akulturasi nya ini lah maka batik Lasem dikatakan batik khas.

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJual Batik Lasem di Bogor
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail »
habis
Rp 175.000250.000
habis
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDC 001
Nama BarangBatik Tulis Lasem DC 001
Harga Rp 175.000 250.000
Lihat Detail »
habis
Rp 400.000450.000
habis
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTB 014
Nama BarangBatik Lasem Bledakan Kupu Kupu
Harga Rp 400.000 450.000
Lihat Detail »
habis
Rp 350.000450.000
habis
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTB 006
Nama BarangBatik Lasem Bledak Sekar Hitam
Harga Rp 350.000 450.000
Lihat Detail »
habis
Rp 210.000270.000
habis
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDC 018
Nama BarangBatik Tulis Lasem DC 018
Harga Rp 210.000 270.000
Lihat Detail »
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBatik Lasem Krecak
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail »
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBatik Lasem Tiga Negeri
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail »
habis
Rp 600.000
habis
Order Sekarang » SMS : 081383650665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJadi Agen Batik Lasem
Harga Rp 600.000
Lihat Detail »
Keranjang>>